KATA BAGUS

Terbanglah sebebas burung di udara, berpikirlah untuk menjadi yang terdepan,.,!

Serba serbi

hidup adalah sebuah kesempatan untuk mencapai sebuah kemuliaan

Ads 468x60px

Featured Posts

Jumat, 29 Oktober 2010

Sekularisme


Sekularisme dalam penggunaan masa kini secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan harus berdiri terpisah dari agama ataukepercayaan. Sekularisme dapat menunjang kebebasan beragama dan kebebasan dari pemaksaan kepercayaan dengan menyediakan sebuah rangka yang netral dalam masalah kepercayaan serta tidak menganakemaskan sebuah agama tertentu.

Sekularisme juga merujuk ke pada anggapan bahwa aktivitas dan penentuan manusia, terutamanya yang politis, harus didasarkan pada apa yang dianggap sebagai bukti konkret dan fakta, dan bukan berdasarkan pengaruh keagamaan.

Tujuan dan argumen yang mendukung sekularisme beragam. dalam Laisisme Eropa, di usulkan bahwa sekularisme adalah gerakan menuju modernisasi dan menjauh dari nilai-nilai keagamaan tradisional. Tipe sekularisme ini, pada tingkat sosial dan filsafats seringkali terjadi selagi masih memelihara gereja negara yang resmi, atau dukungan kenegaraan lainnya terhadap agama.


Tinjauan umum

Istilah sekularisme pertama kali digunakan oleh penulis Inggris George Holoyake pada tahun 1846. Walaupun istilah yang digunakannya adalah baru, konsep kebebasan berpikir yang darinya sekularisme didasarkan, telah ada sepanjang sejarah. Ide-ide sekular yang mentangkut pemisahan filsafat dan agama dapat dirunut baik ke Ibnu Rushdi dan aliran filsafatAveroisme. Holyoake menggunakan istilah sekularisme untuk menjelaskan pandangannya yang mendukung tatanan sosial terpisah dari agama, tanpa merendahkan atau mengkritik sebuah kepercayaan beragama. Sebagai seorang agnostik, Holyoake berpendapat bahwa "sekularisme bukanlah argumen melawan Kekristenan namun terpisah dari itu. Sekularisme tidak mengatakan bahwa tidak ada tuntunan atau penerangan dari ideologi lain, namun memelihara bahwa ada penerangan dan tuntunan di dalam kebenaran sekular, yang kondisi dan sanksinya berdiri secara mandiri dan berlaku selamanya. Pengetahuan sekular adalah pengetahuan yang didirikan di dalam hidup ini, berhubungan dengan hidup ini, membantu tercapainya kesejahteraan di dunia ini, dan dapat diuji oleh pengalaman di dunia ini."

Barry Kosmin dari Institut Pengkajian sekularisme di dalam Masyarakat dan Budaya membagi sekularisme mutakhir menjadi dua jenis, sekularisme keras dan lunak. Menurutnya, "sekularis keras menganggap pernyataan keagaaman tidak mempunyai legitimasi secara epistemologi dan tidak dijamin baik oleh agama dan pengalaman." Namun, dalam pandangan sekularisme lunak, "pencapaian kebenaran mutlak adalah mustahil dan oleh karena itu, toleransi dan skeptisme harus menjadi prinsip dan nilai yang dijunjung dalam diskusi antara ilmu pengetahuan dan agama.

Sekularisme dalam kehidupan bernegara

Lihat juga: Negara sekular

Dalam istilah politik, sekularisme adalah pergerakan menuju pemisahan antara agama dan pemerintahan. Hal ini dapat berupa hal seperti mengurangi keterikatan antara pemerintahan danagama negara, mengantikan hukum keagamaan dengan hukum sipil, dan menghilangkan pembedaan yang tidak adil dengan dasar agama. Hal ini dikatakan menunjang demokrasi dengan melindungi hak-hak kalangan beragama minoritas.

Sekularisme, seringkali di kaitkan dengan Era Pencerahan di Eropa, dan memainkan peranan utama dalam perdaban barat. Prinsip utama Pemisahan gereja dan negara di Amerika Serikat, dan Laisisme di Perancis, didasarkan dari sekularisme.

Kebanyakan agama menerima hukum-hukum utama dari masyarakat yang demokratis namun mungkin masih akan mencoba untuk mempengaruhi keputusan politik, meraih sebuah keistimewaan khusus atau. Aliran agama yang lebih fundamentalis menentang sekularisme. Penentangan yang paling kentara muncul dari Kristen Fundamentalis dan juga Islam Fundamentalis. Pada saat yang sama dukungan akan sekularisme datang dari minoritas keagamaan yang memandang sekularisme politik dalam pemerintahan sebagai hal yang penting untuk menjaga persamaan hak.

Negara-negara yang umumnya dikenal sebagai sekular diantaranya adalah Kanada, India, Perancis, Turki, dan Korea Selatan, walaupun tidak ada dari negara ini yang bentuk pemerintahannya sama satu dengan yang lainnya.

Masyarakat Sekular

Dalam kajian keagamaan, masyarakat dunia barat pada umumnya di anggap sebagai sekular. Hal ini di karenakan kebebasan beragama yang hampir penuh tanpa sangsi legal atau sosial, dan juga karena kepercayaan umum bahwa agama tidak menentukan keputusan politis. Tentu saja, pandangan moral yang muncul dari tradisi kegamaan tetap penting di dalam sebagian dari negara-negara ini.

Sekularisme juga dapat berarti ideologi sosial. Di sini kepercayaan keagamaan atau supranatural tidak dianggap sebagai kunci penting dalam memahami dunia, dan oleh karena itu di pisahkan dari masalah-masalah pemerintahan dan pengambilan keputusan.

Sekularisme tidak dengan sendirinya adalah Ateisme, banyak para Sekularis adalah seorang yang religius dan para Ateis yang menerima pengaruh dari agama dalam pemerintahan atau masyarakat. Sekularime adalah komponen penting dalam ideologi Humanisme Sekular.

Beberapa masyarakat menjadi semakin sekular secara alamiah sebagai akibat dari proses sosial alih-alih karena pengaruh gerakan sekular, hal seperti ini dikenal sebagai Sekularisasi

Alasan-alasan pendukungan dan penentangan sekularisme

Pendukung sekularisme menyatakan bahwa meningkatnya pengaruh sekularisme dan menurunnya pengaruh agama di dalam negara tersekularisasi adalah hasil yang tak terelakan dariPencerahan yang karenanya orang-orang mulai beralih kepada ilmu pengetahuan dan rasionalisme dan menjaduh dari agama dan takhyul.

Penentang sekularisme melihat pandangan diatas sebagai arrogan, mereka membantah bahwa pemerintaan sekular menciptakan lebih banyak masalah dari paa menyelesaikannya, dan bahwa pemerintahan dengan etos keagamaan adalah lebih baik. Penentang dari golongan Kristiani juga menunjukan bahwa negara Kristen dapat memberi lebih banyak kebebasan beragama daripada yang sekular. Seperti contohnya, mereka menukil Norwegia, Islandia, Finlandia, dan Denmark, yang kesemuanya mempunyai hubungan konstitusional antara gereja dengan negara namun mereka juga dikenal lebih progresif dan liberal dibandingkan negara tanpa hubungan seperti itu. Seperti contohnya, Islandia adalah termasuk dari negara-negara pertama yang melegal kan aborsi, dan pemerintahan Finlandia menyediakan dana untuk pembangunan masjid.

Namun pendukung dari sekularisme juga menunjukan bahwa negara-negara Skandinavia terlepas dari hubungan pemerintahannya dengan agama, secara sosial adalah termasuk negara yang palng sekular di dunia, ditunjukkan dengan rendahnya persentase mereka yang menjunjung kepercayaan beragama.

Komentator modern mengkritik sekularisme dengan mengacaukannya sebagai sebuah ideologi anti-agama, ateis, atau bahkan satanis. Kata Sekularisme itu sendiri biasanya dimengerti secara peyoratif oleh kalangan konservatif. Walaupun tujuan utama dari negara sekular adalah untuk mencapai kenetralan di dalam agama, beberapa membantah bahwa hal ini juga menekan agama.

Beberapa filsafat politik seperti Marxisme, biasanya mendukung bahwasanya pengaruh agama di dalam negara dan masyarakat adalahhal yang negatif. Di dalam negara yang mempunyai kpercayaan seperti itu (seperti negara Blok Komunis), institusi keagamaan menjadi subjek dibawah negara sekular. Kebebasan untuk beribadah dihalang-halangi dan dibatasi, dan ajaran gereja juga diawasi agar selalu sejakan dengan hukum sekular atau bahkan filsafat umum yang resmi. Dalam demokrasi barat, diakui bahwa kebijakan seperti ini melanggar kebebasan beragama.

Beberapa sekularis menginginkan negara mendorong majunya agama (seperti pembebasan dari pajak, atau menyediakan dana untuk pendidikan dan pendermaan) tapi bersikeras agar negara tidak menetapkan sebuah agama sebagai agama negara, mewajibkan ketaatan beragama atau melegislasikan akaid. Pada masalah pajak Liberalisme klasik menyatakan bahwa negara tidak dapat "membebaskan" institusi beragama dari pajak karena pada dasarnya negara tidak mempunyai kewenangan untuk memajak atau mengatu agama. Hal ini mencerminkan pandangan bahwa kewenangan duniawi dan kewenangan beragama bekerja pada ranahnya sendiri- sendiri dan ketka mereka tumpang tindih seperti dalam isu nilai moral, kedua- duanya tidak boleh mengambil kewenangan namun hendaknya menawarkan sebuah kerangka yang dengannya masyarakat dapat bekerja tanpa menundukkan agama di bawah negara atau sebaliknya.

Dikutip dari Wikipedia

26 Desember 2004

Tanggal dan tahun ini adalah tahun paling bersejarah bagi ku Khususnya dan bagi seluruh bangsa Aceh umumnya, telah terjadi bencana besar yang melanda Nanggroe tersebut.

Pagi yang cerah itu aku dan kawanku sedang asyik mandi di sungai Krueng lam kareung, di pagi yang cerah itu juga sepertinya akan menjadi hari yang baik, tapi tiba-tiba jam 8.00 WIB semua berubah menjadi pagi yang redup, hanya gemuruh tangisan orang-orang karena ketakutan.

Gempa, gempa, gempa teriak kawanku, waktu itu sedang suasana ujian semester pertama. Karena ujian Syafawi yang diadakan oleh pihak pesantren Oemar Diyan itu selang satu hari dengan santri wati, jadi pada waktu itu hanya santriwati yang mengikuti ujian. Kami yang sedang pulang ke kamar untuk bersiap-siap belajar bersama-sama di mesjid. Semua kami ketakutan karena gempa yang berkekuatan 8,2 Ritcher itu merobohkan beberapa bangunan di pesantren kami, alhamdulillah tidak ada korban.

Setelah beberapa saat gempa mulai reda, ustadz memanggil kami semua untuk berkumpul di lapangan, tapi kami nekat masuk ke kamar karena memang pakaian kami masih pakaian mandi, beberapa saat setelah memasuki kamar dan ganti baju, gempa susulan kembali terjadi.

Kami mendirikan kemah di lapangan untuk berteduh sementara, karena ditakutkan akan terjadi gempa susulan jika pulang ke kamar. Dengan rasa takut pada diri sendiri dan gelisah akan keadaan orang tua, kami hanya bisa berharap mudah- mudahan tidak terjadi apa-apa kepada mereka.

Sekitar satu jam kemudian datang sebuah mobil salah satu keluarga santriwati, dan berkata: "Air naik." Kepanikan pun kembali terjadi, semua orang bertanya-tanya tentang kejadian itu, pesantren yang letaknya di Indrapuri sekitar 25 Km dari pusat kota Banda Aceh menjadi ramai oleh orang-orang yang ingin menyelamatkan diri.

Karena pihak pesantren tidak mengizinkan untuk pulang jikalau tidak ada orang tua, aku hanya bisa berharap semua keluargaku baik-baik saja.

Disinilah perjuangan di mulai, dari hari-ke hari pasokan makanan di pesantren mulai berkurang, kami hanya makan secukupnya, kadang kami makan bersama-sama dengan lauk yang tidak cukup, kadang Cuma garam dan minyak ditambah telur yang dibelah, tpi itulah kehidupan yang bisa kita ambil, menerima apa adanya dengan lapang dada.

Setelah sekitar 4 minggu setelah kejadian bencana, ujian semester itu di mulai kembali. Kami mengikuti ujian ada yang di bawah pohon sentol, di tenda dan di ruangan yang kira-kira masih layak pakai.

Dari kejadian ini aku mulai menyadari sifat manusia mungkin aku juga demikian, yang dekat dengan hambanya jika ada bencana, dan melupakannya jika dalam keadaan yang serba kecukupan.

Minggu, 11 April 2010

Sejarah Islam Di Mesir


Ketika kita membaca beberapa buku tentang sejarah mesir kita akan mengatakan betapa unicnya negara Mesir ini, karena memang negara ini kaya akan peradaban dan peninggalan sejarahnya. Tidak heran kalau Mesir menjadi kota yang ramai dikunjungi orang dari berbagai pelosok dunia. Adapun kali ini penulis menulis tentang sejarah islam masuk ke Mesir dan perkembangannya.



Penaklukan Islam atas Mesir


Mesir menjadi sebuah provinsi Romawi secara langsung berafiliasi dengan negara Rumania sejak 31 SM. M, ketika Roma menaklukkan dan menghancurkan pemerintahan Ptolemeus, lalu diambil alih oleh Kaisar Roma Augustus Caesar untuk memperoleh hasil dari sumberdaya alam di Mesir. Kekuasaan Romawi ditandai dengan kesewenang-wenangan, Mesir berada di bawah kekuasaan Romawi selama kurang lebih empat abad. Setelah adanya pembagian kerajaan, pada tahun 395 masehi Mesir telah menjadi negara bagian dari Kekaisaran Bizantium Timur dan fakta bahwa Mesir berada di bawah pemerintah pusat Byzantium, secara langsung dipengaruhi oleh apa yang terjadi pada konflik Byzantium, dan kalahnya Kekaisaran Bizantium dari Persia di Asia Tengah dan Balkan, penyebab langsung Persia masuk ke Mesir, dan jatuhnya Iskandariyah tahun 619 Masehi.

Mulainya penaklukan Islam pada masa As-Siddiq ra, dan terus selama masa pemerintahan Al-Faruq ra. Ketika Amru bin 'Aash selesai menaklukan Syam dan Palestina, ia bertanya kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab, dan meminta untuk melakukan ekspedisi ke Mesir, Amr mampu meyakinkan Umar Bin Khattab untuk melakukan perluasan ke negeri Mesir, ketika mereka berjumpa di Paljabip pada tahun 18 H, sampai akhirnya Umar bin Al-Khattab senang atas keyakinannya tersebut. Dia menjelaskan juga agar daerah Syam tidak diserang dari Romawi di utara dan selatan yang melalui jalan Sinai di Mesir juga sebelah barat Laut Rum(laut tengah).

Begitu juga dengan Ordobon, komandan Romawi di Palestina yang melarikan diri dari Palestina ke Mesir, sebelum perluasan muslim ke Yerusalem, dan membawa bersamanya beberapa buah pasukan tentara Romawi, dan memobilisasi tentara Romawi di Mesir untuk melawan kaum muslim. Dalam usaha mereka untuk menjadikan Mesir sebagai pusat pertahanan dan mencoba untuk mengembalikan Palestina ketangan mereka. Melihat hal ini, Amr bin 'Aash berkata bahwa umat Islam seharusnya tidak membuang-buang waktu dengan sia-sia untuk menyerang mereka sebelum mereka pulih dari kekalahan di Syam. Hal ini didukung oleh Al- Farouk Umar bin Khattab, yang dikenal cerdas berpikiran dan bijaksana.

Kemudian berdiri Zubair bin Awam, dan bersamanya Busra bin Abi Arthah, Kharijah bin Hudhafah dan 'Amir bin Wahab Jumahi. Adapun Amru bin 'Aash ia berbelok ke Benteng Babel dan mengepung atau mempersempit gerakan mereka selama beberapa bulan, ketika kaum Romawi merasa sempit atas pengepungan tersebut, maka muqauqas mengirim utusan kepada 'Amru bin 'Aash yaitu untuk mengadakan perjajian dia berkata: "Sesungguhnya kalian telah menguasai daerah kami dan mengepung benteng kami, begitu mulia kedudukan kalian di daerah kami. Kalian hanya sekumpulan orang yang sedikit tapi kalian bisa menguasa daerah kami, dan bersama kalian hanya beberapa senjata. Sunggguh kalian telah menyebrangi sungai Nil dan kalin sekarang berada di tangan kami, utuslah seorang di antara kalian maka kami akan mendengarkannya. Mudah-mudahan akan terbentuk sebuah kesepakatan antara kami dan kalian". Maka datanglah utusan dari pihak muslim: "Ini bukanlah antara aku dan kamu, tetapi salah satu dari tiga urusan ini yang anda pilih yaitu: apakah kalian ingin masuk islam dan kalian menjadi saudara-saudara kita dalam Islam, atau jikalau kalian menolak maka kalian bisa membayar upeti dan kalian termasuk orang yang rendah, atau kami akan sabar memerangi kalian sampai Allah mengadili kami dan kalian sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik hakim."

Amru Bin Al-Aas mewujudkan toleransi Islam

Perjanjian Muqauqas Bizantium ketidakmampuan untuk berdiri melawan kaum muslimin, dan sepakat untuk mengadakan perdamaian, harus mendapatkan persetujuan oleh Kaisar, akan tetapi Kaisar Byzantium menolak untuk berdamai dengan kaum muslimin, dan mendesaknya untuk melawan mereka. Akhirnya pihak muslim menyerang benteng ketapel, dan Zubair bin 'Awwam seorang rakyat biasa akhirnya dapat memasuki benteng itu dengan sangat berani, lalu diikuti oleh umat Islam. Akhirnya pada tahun 20 H / 641 M, Cyrus terpaksa menyimpulkan perjanjian dengan Amr bin 'Aash, Perjanjian untuk masuk kedalam agama Allah dan meninggalkan agamanya, dan membayar upeti seperti yang tertulis dalam perjanjian. Tapi bagi Amr menolak untuk berdamai karena umat Islam telah memasuki benteng dengan paksa, dan kemudian tanah Mesir menjadi hak Muslim, tetapi umat Islam tidak pernah berusaha untuk mendapatkan duniawi, dan keinginan untuk memiliki harta dengan mengorbankan hubungan antara orang-orang mesir. Sehingga penguasaan ini lebih disukai oleh orang Mesir dan Penaklukan Islam di Mesir juga dianggap sebagai rekonsiliasi orang yang tepat.



Kegembiraan Warga Mesir Ketika Penaklukan Islam di Mesir

Orang-orang Mesir pada waktu itu tidak suka atas kekuasaan Roma sehingga fakta-fakta sejarah umat Islam Mesir menyambut dan membantu mereka dalam merebut kekuasan dari kerajaan Romawi, mereka juga menyatakan belas kasihan kaum muslimin atas kemurahan hati-hati mereka kepada orang-orang Mesir dan perlindungan terhadap kebebasan dan kepercayaan mereka Benamin Patriark dari Gereja Koptik, mereka melarikan diri dari Roma karena doktrin kebenciannya, dan penindasan dari semua orang Kristen yang lain, dan ketika mereka menceritakannya kepada Amr bin 'Aash dan Amr menjawab bahwa mereka aman berada disini.

Setelah mengarungi berbagai urusan, akhirnya dia naik tahta di Alexandria. Amr yang sangat hangat disambut-sambut dan disanjung-sanjung, karena toleransinya kepada warga mesir dan diberi kebebasan untuk gereja-gereja di negara Amr bin Aash tersebut dan pembangunan kembali gereja-gereja dihancurkan oleh bangsa Persia selama pendudukan mereka dari Mesir. Amr bin Al-Aash mengirim beberapa utusan kedaerah-daerah yang ada di Mesir untuk mempermudah penguasaan Mesir dalam mensyiarkan kependudukan islam tersebut, dia mengutus Abdullah bin Saad bin Abi Sarh menjadi utusan ke daerah Sa'id, Kharijah bin huzhafah ke Fayum, dan dikirim Amir bin Wahab Jumhi ke Dimyat dan sekitarnya. Berjalan Amr bin Al-'Aash ke barat, untuk menarik perhatian kepada warga di daerah barat tersebut, lalu mengirimkan 'Uqbah Bin Nafie untuk menakhlukan Zuwailah, dan langsung ke arah selatan Mesir untuk penaklukan Nubia.


Mesir Menjadi Wilayah Kekuasaan Islam


Setelah penaklukan kota Mesir oleh Amr bin 'Aash maka jadilah mesir sebagai negara Islam yang asli, dan tetap dipertahankan untuk orang islam agar tetap menjadi negara islam, dari masa Khilafatur Rasyidin sampai menjadi negara yang merdeka. Adapun daulah islam yang pernah memimpin mesir adalah: daulah Tuluniah, kemudian daulah Ikhsyidiyah, kemudian daulah 'Ubaidiah (Fatimiyah), kemudian daulah Ayyubiah, kemudian daulah Mamalik, kemudian Kekaisaran Utsmaniah hingga menjadi negara yang merdeka oleh Muhammad Ali Basha pada abad kesembilan belas Masehi.
Dalam setiap era-era Islam di Mesir akan ada keadaan-keadaan yang kuat, dan ada juga saat-saat lemah. Mesir berada di atas kurva sejarah dan peradaban yang mengemilangkan dan dipimpin oleh banyak raja yang tangguh.

Apadapun yang menjadi gubernur di mesir pada saat Khalifatur Rasyidin adalah : Amru bin 'Aash (19-25 H / 640-646 M), (39-44 H / 659-664 M) dan Abdullah bin Saad bin Abi Sarh (25-35 H / 646-656 M). Pada masa Umayyah: Abdul Aziz bin Marwan bin al-Hakam (65-86 H / 685-705 M), pada masa Abbasiyah: Ahmad ibn Tulun (254-270 H / 868-884 M), pada masa Ikhshidiyah: Muhammad bin Tughju Alikhshid (323-334 H / 935-945 M ), dan kamper Alikhchidi (355-357 H / 966-968 M). Pada masa Raja Al-Nasser Salahuddin (569-589 H / 1174-1193) dan pada masa Mamluk Saifuddin Qutuz (657-658 H / 1259-1260 M), dan Rukni-Din Baybars (658-676 H / 1260-1277 M), Mansur Saifuddin Qalawun (678-689 H / 1279-1290 M), dan Al-Asyraf Saifiddin Qitbay (872-901 H / 1468-1496 M) dan di Kerajaan Utsman pada masa pemerintahan Murad Bin Sulayem (982-1003 H / 1574-1595 M), dan Ibrahim II (1050-1058 H / 1640 - 1648 M).

Pemilihan Tempat Pusat Pemerintahan


Amru bin 'Aash mulai menabur benih-benih peradaban Islam di Mesir dan perluasan sayap Islam, adapun pekerjaan pertama yang dilakukan olehnya adalah mendirikan kota yaitu kota Fustat, dan dijadikan sebagai ibu kota negara dan pusat pemerintahan islam di Mesir. Telah dikatakan: Bahwa Amru bin 'Aash setelah penakhlukan kota Mesir maka akan menetapkan Alexandria sebagai ibu kota islam, seperti sebelumnya, karena Alexander Agung sampai akhir zaman Bizantium di Mesir memilih alexandria sebagai pusat pemerintahan. Lalu Amru menulis surat kepada Khalifah Umar ibn al-Khattab untuk pemberian izin pendirian Alexandria sebagai ibu kota islam, tetapi khalifah menolak, dan menulis kepada Amru berkata: "Saya tidak suka datang ke tempat tersebut, karena tempat tersebut dipisahkan oleh air antara aku dan kalian di musim dingin dan musim panas." Wajar untuk memilih ibukota Mesir Amru pada titik yang mudah berkomunikasi dengan negara-negara Arab, dan posisi yang strategis untuk mengamati Mesir dan negara bagian utara dan selatan juga mudah baginya untuk memerintah. Maka terpilihlah Fustat sebagai pusat pemerintahan yang mana berdekatan dengan jabal Muqatam yaitu dataran tinggi di Mesir. Di sini Amru tidak mendirikan benteng karena warga mesir belum ada yang menentang islam.

Amr bin 'Aash juga adalah pendiri mesjid pertama di Mesir dan juga mesjid pertama di Afrika. Yang didirikan pada tahun 21 H di Fustat, terikat di bawah pemerintahan Islam, maka timbulah kesejahteraan Utuh di puncak masjid tersebut, dan menjadi masyhur bahwa mesjid ini menjadi pondasi dasar peradaban islam di mesir, terletak di utara Fort Babel Hal ini telah menjadi mercusuar yang bersinar Seluruh ilmu pengetahuan dan kebudayaan, menceritakan sejarah Islam Mesir selama berabad-abad untuk hari ini.

Selama masa pemerintahan khalifah Utsman bin Affan ra(23-35 H / 643-655 M), Muslim mulai dalam pengolahan armada untuk menghancurkan setiap serangan dari laut, dan jihad melawan Bizantium, kekuasaan telah diberikan kepada armada yang ahli di negara tersebut. Sehingga kekuatan armada di Mesir banyak dorongan oleh negara islam yang ada di syam dan tempat-tempat lain di daerah kekuasan islam, terutama orang-orang Koptik yang telah memberikan sumbangan yang lebih besar dalam membangun armada Islam, sehingga pada (33 H / 654 M) sampai umat Islam mempunyai armada yang besar, mampu menghancurkan kedaulatan Kekaisaran Bizantium di Mediterania, dan meraih beberapa pulau. (fahmi jamal)


-----------------------------------

Diambil dari berbagai sumber.